tak penting anda siapa dan lahir darikeluarga mana,yang penting anda akan menjadi siapa

Saturday, 26 November 2016

KESELEO LIDAH DALAM KEKUFURAN, DIMAAFKAN?

No comments :

Beberapa waktu yang lalu, ada seseorang yang menistakan kitab suci al-Qur’an dalam sebuah acara kenegaraan. Kemudian umat Islam melakukan protes terhadap tindakan penistaan kitab suci al-Qur’an tersebut. Tetapi kemudian, ada beberapa orang yang berusaha membelanya dengan alasan keseleo lidah dan tidak sengaja. Dapatkah alasan keseleo lidah dan tidak sengaja menolak kekufuran atau penistaan dalam penistaan dalam kasus tersebut? Keseleo lidah dan tidak sengaja, tidak dapat dijadikan alasan untuk menolak hukum kekufuran atau penistaan dalam urusan agama. Dalam hal ini al-Imam al-Hafizh al-Qadhi ‘Iyadh al-Maliki berkata dalam kitab al-Syifa’ bi-Ta’rif Huquq al-Mushthafa sebagai berikut:

لاَ يُعْذَرُ أَحَدٌ فِي الْكُفْرِ بِالْجَهَالَةِ وَلاَ بِدَعْوَى زَلَلِ اللِّسَانِ، وَلاَ بِشَيْءٍ مِمَّا ذَكَرْنَاهُ، إذا كَانَ عَقْلُهُ فِي فِطْرَتِهِ سَلِيمًا، إِلاَّ مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِاْلإِيمَانِ.

Seseorang tidak dapat diterima alasannya dalam hal kekufuran dengan alasan kebodohan, dan tidak pula dengan alasan keseleo lidah, dan tidak pula dengan sesuatu yang telah kami sebutkan, apabila akal orang tersebut normal, kecuali orang yang dipaksa mengucapkan kekufuran sedangkan hatinya tenang dengan keimanan. (Al-Qadhi ‘Iyadh, al-Syifa’ bi-Ta’rif Huquq al-Mushthafa, juz 2 hlm 646).

Wallahu a’lam.
Pondok Pesantren Mamba’ul Khairat Ketapang Kalimantan Barat

No comments :

Post a Comment